🐋 Hitunglah Hasil Perkalian Pecahan Desimal Berikut
Untukmengubah pecahan biasa ke dalam bentuk persen maka pembilang dan penyebut sama-sama dikalikan dengan bilangan bulat positif supaya bernilai 100. Ayo Mencoba. Taksirlah hasil operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan berikut. a. 4 8/10 x 9 d. 6 1/12 : 2 b. 4 2/3 + 4 1/7 e. 10 8/10 : 1 4/5 c. 5/10 x 5/8. Jawaban: a. 4 8/10 x 9
Jikadalam soal ada tanda kurung, pengerjaan hitung dalam kurung harus. 25 125 x 12 2750 140 125 x 12 2750 140 1500. Soal operasi hitung campuran pada pecahan ini diajarkan di kelas 6 yang menggunakan ktsp dan kelas 5 yang sudah menggunakan k13 namun untuk kelas 5 soal jauh lebih mudah. Soal cerita operasi hitung pecahan berikut dibagi menjadi.
OperasiPerkalian Bilangan Desimal. Contoh 1.40: 2,73 dm x 9,31 cm. Hitunglah operasi pecahan berikut: a) b) c) 5. Hasil kegiatan pengabdian ini, kesadaran pelaku UMK meningkat tentang
Dariuraian makalah diatas dapat disimpulkan bahwa Pecahan desimal adalah pecahan yang berpenyebut kelipatan dari 10 (10 ,100, 1.000, dan seterusnya) , , , ,dan seterusnya. Dalam pembelajaran pecahan desimal ternyata masih ada anak yang belum memahami tentang nilai tempat. Dan ada pula anak yang kurang teliti dalam mengoperasikan pecahan desimal.
Apabiladalam soal terdapat pecahan desimal, perkalian bilangan pecahan desimal dapat . dilakukan dengan cara sebagai berikut : Hitunglah banyak angka dibelakang koma pada masing-masing bilangan, kemudian jumlahkan; Letakkan tabda koma (,) pada hasil perkalian sesuai jumlah banyak angka dibelakang koma. Berikut ini beberapa contoh soal
Program Belajar dari Rumah ( BDR) TVRI 18 September 2020 SD Kelas 4-6 membahas tentang Pembagian Pecahan dan Desimal. Dalam tayangan Belajar dari Rumah TVRI 18 September 2020 SD Kelas 4-6 tersebut terdapat 3 pertanyaan. Berikut ini soal dan jawaban Belajar dari Rumah TVRI 18 September 2020 SD Kelas 4-6:
Hitunglahhasil perkalian silang antara dua vektor berikut. a) A=(2i+k) dan B=(4i+5j) b) F1=i+j+k dan F2=3i+j+2k . Pengertian dan Penggambaran Vektor; Vektor; Mekanika; Fisika. Bilangan Bulat Dan Pecahan; Himpunan; Operasi Dan Faktorisasi Bentuk Aljabar; Persamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel; 6. SDBangun Ruang; Statistika 6;
ContohSoal 1.5 Hitunglah nilai operasi perkalian dan pembagian pada bilangan pecahan berikut. a. 5 4 7 15 3 1 2 4 2 b. 3 c. Hitunglah hasil operasi-operasi bilangan berikut ini. 1 1 2 4 : a. e. 5 2 3 5 f. 11 6 1 5 7 10 b. 1 Nyatakan bentuk pecahan berikut ke dalam bentuk desimal dan persen. 3 c. 4 e. 10 2 a. 4 10 9 5 4 b. 2 5 d. 6 1 f
Tandakoma pada bilangan desimal dipakai untuk hasil pembagian dua buah bilangan yang masih memiliki sisa atau untuk keperluan penulisan angka penting dan ketelitian. Perhatikan contoh berikut ini. Pecahan 3/5 di atas memiliki penyebut 5 yang membagi habis bilangan kelipatan 10. Untuk menghasilkan bilangan kelipatan 10 pada penyebut kita
. Daftar Isi Pecahan dalam Matematika Pengertian Pecahan Jenis Pecahan 1. Pecahan Sederhana Proporsional 2. Pecahan Campuran 3. Pecahan Murni 4. Pecahan Imajiner Operasi Hitung Pecahan 1. Penjumlahan Pecahan 2. Pengurangan Pecahan 3. Perkalian Pecahan 4. Pembagian Pecahan Rumus Perkalian Pecahan Desimal Contoh Soal Perkalian Pecahan Desimal Rumus Perkalian Pecahan Campuran Contoh Soal Perkalian Pecahan Campuran 1. 3 3/4 × 2 1/2 = 9 1/4 2. 4 2/5 × 5 3/4 = 23 3/5 - Bilangan pecahan adalah bilangan yang bukan bilangan bulat atau tidak utuh. Pada bilangan pecahan terdapat pembilang dan pecahan bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut mengenai pengertian pecahan serta perkalian pecahan biasa, pecahan desimal, dan pecahan dalam MatematikaDalam buku Bahas Tuntas 1001 Soal Matematika SD Kelas 4, 5, 6 oleh Rita Destiana dijelaskan bilangan pecahan adalah bilangan yang bukan bilangan bulat atau tidak utuh. Pada bilangan pecahan terdapat pembilang dan penyebut. Pembilang adalah angka pecahan yang menunjukkan angka yang dibagi. Sedang Penyebut adalah angka pecahan yang menuniukkan bembaginva. Jadi, makna a/b adalah a dibagi PecahanPecahan adalah bagian dari suatu bilangan yang dianggap sebagai pembagian dari bilangan tersebut. Pecahan dapat dituliskan dalam bentuk akhir yang dituliskan sebagai bagian atas pembilang dan bagian bawah penyebut.Sebagai contoh, pecahan 3/4 dapat dituliskan sebagai 3 bagian dari 4 bagian yang sama. Pecahan yang memiliki pembilang satu angka disebut sebagai pecahan dapat pula dituliskan dalam bentuk kasar, yaitu sebagai bilangan bulat yang diikuti dengan pecahan. Sebagai contoh, pecahan 5 3/4 dapat dituliskan sebagai 5 3/4 atau 23/ dapat juga dikonversi ke dalam bentuk desimal dengan cara membagi pembilang dengan contoh, pecahan 3/4 dapat dikonversi menjadi desimal dengan cara membagi 3 dengan 4, sehingga didapatkan hasil 0, dapat pula dikurangi, ditambah, dikali, atau dibagi dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar PecahanAda beberapa jenis pecahan, yaitu1. Pecahan Sederhana ProporsionalPecahan yang pembilang-nya tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih contoh, pecahan 3/4 adalah pecahan proporsional karena pembilang 3 tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih Pecahan CampuranPecahan yang dapat dituliskan sebagai bilangan bulat diikuti dengan pecahan contoh, pecahan 5 3/4 dapat dituliskan sebagai 5 3/4 atau 23/4 dan merupakan pecahan tidak proporsional, karena bilangan bulat 5 dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih Pecahan MurniPecahan yang dapat dituliskan sebagai bilangan desimal. Sebagai contoh, pecahan 3/4 dapat dikonversi ke dalam bentuk desimal dengan cara membagi 3 dengan 4, sehingga didapatkan hasil 0, Pecahan ImajinerPecahan yang penyebut-nya adalah bilangan negatif. Sebagai contoh, pecahan 3/-4 adalah pecahan imajiner, karena min - nya adalah bilangan imajiner sering digunakan dalam matematika dan fisika untuk menggambarkan konsep-konsep abstrak seperti energi dan Hitung PecahanAda beberapa operasi hitung yang dapat dilakukan dengan pecahan, yaitu1. Penjumlahan PecahanSaat menambah pecahan, perlu mencari penyebut yang sama terlebih dahulu lalu menuliskan pecahan-pecahan tersebut dalam bentuk yang sama dengan penyebut yang itu, kita dapat menambahkan pembilang-pembilang tersebut untuk mendapatkan Pengurangan PecahanSaat mengurangi pecahan, kita perlu mencari penyebut yang sama terlebih dahulu, lalu menuliskan pecahan-pecahan tersebut dalam bentuk yang sama dengan penyebut yang itu, kita dapat mengurangi pembilang-pembilang tersebut untuk mendapatkan Perkalian PecahanSaat mengalikan pecahan, kita dapat mengalikan pembilang dengan pembilang, dan penyebut dengan contoh, untuk memperkalikan pecahan 3/4 dengan 1/2, kita dapat mengalikan pembilang 3 dengan pembilang 1, dan penyebut 4 dengan penyebut 2, sehingga didapatkan hasil 3/ Pembagian PecahanSaat membagi pecahan, kita perlu mengubah pecahan pembagi menjadi pecahan yang memiliki pembilang yang sama dengan penyebut pembagi asal. Lalu mengalikan pecahan pembagian dengan pecahan pembagi yang telah diubah melakukan perkalian pecahan desimal, kita dapat menggunakan rumus sebagai berikutpecahan desimal 1 × pecahan desimal 2 = pecahan desimal hasilContoh0,3 × 0,4 = 0,120,6 × 0,2 = 0,12Dalam contoh di atas, kita dapat melakukan perkalian pecahan desimal dengan cara mengalikan bagian desimalnya masing-masing, lalu menuliskan hasilnya dalam bentuk pecahan mengalikan pecahan desimal dengan bilangan bulat, kita dapat mengalikan bilangan bulat tersebut dengan bagian desimal dari pecahan desimal contoh, untuk mengalikan pecahan desimal 0,3 dengan bilangan bulat 4, kita dapat mengalikan 4 dengan bagian desimal 0,3, sehingga didapatkan hasil 1, tambahan, jika kita ingin mengalikan pecahan desimal dengan bilangan desimal yang lain, kita dapat mengalikan bagian desimal dari pecahan desimal tersebut dengan bilangan desimal yang contoh, untuk mengalikan pecahan desimal 0,3 dengan bilangan desimal 0,5, kita dapat mengalikan bagian desimal 0,3 dengan bilangan desimal 0,5, sehingga didapatkan hasil 0, Soal Perkalian Pecahan DesimalBerikut ini adalah beberapa contoh soal perkalian pecahan desimal0,6 × 0,8 = 0,480,4 × 0,9 = 0,360,25 × 0,5 = 0,1250,75 × 0,3 = 0,2250,3 × 4 = 1,20,6 × 2 = 1,20,4 × 0,5 = 0,20,8 × 0,2 = 0,16Dalam contoh-contoh soal di atas, kita dapat melakukan perkalian pecahan desimal dengan cara mengalikan bagian desimalnya masing-masing, lalu menuliskan hasilnya dalam bentuk pecahan kita ingin mengalikan pecahan desimal dengan bilangan bulat atau bilangan desimal yang lain, kita dapat mengalikan bagian desimal dari pecahan desimal tersebut dengan bilangan Perkalian Pecahan CampuranUntuk melakukan perkalian pecahan campuran, kita dapat menggunakan rumus sebagai berikutpecahan 1 × pecahan 2 = pecahan hasilContoh3 3/4 × 2 1/2 = 9 1/45 2/3 × 4 3/5 = 23 3/15Dalam contoh di atas, kita dapat melakukan perkalian campuran dengan cara mengalikan bagian pecahannya masing-masing, lalu menuliskan hasilnya dalam bentuk pecahan mengalikan pecahan campuran dengan bilangan bulat, kita dapat mengalikan bilangan bulat tersebut dengan bagian pecahan dari pecahan campuran contoh, untuk mengalikan pecahan campuran 3 3/4 dengan bilangan bulat 4, kita dapat mengalikan 4 dengan bagian pecahan 3 3/4, sehingga didapatkan hasil 15 3/ tambahan, jika kita ingin mengalikan pecahan campuran dengan bilangan desimal yang lain, kita dapat mengalikan bagian pecahan dari pecahan campuran tersebut dengan bilangan desimal yang contoh, untuk mengalikan pecahan campuran 3 3/4 dengan bilangan desimal 0,5, kita dapat mengalikan bagian pecahan 3 3/4 dengan bilangan desimal 0,5, sehingga didapatkan hasil 1 3/ Soal Perkalian Pecahan CampuranBerikut beberapa contoh soal perkalian pecahan campuran beserta cara 3 3/4 × 2 1/2 = 9 1/4Untuk menyelesaikan soal ini, kita dapat mengalikan bagian pecahan dari pecahan campuran masing-masing, yaitu 3 3/4 dengan 2 1/2. Hasilnya adalah 9 1/ 4 2/5 × 5 3/4 = 23 3/5Untuk menyelesaikan soal ini, kita dapat mengalikan bagian pecahan dari pecahan campuran masing-masing, yaitu 4 2/5 dengan 5 3/4. Hasilnya adalah 23 3/ Soal Perkalian Pecahan. Foto Modul Kemdikbud SDNah detikers, itulah tadi penjelasan mengenai perkalian pecahan. Sekarang kamu sudah paham, kan? Semoga artikel ini bermanfaat, ya! Simak Video "Pesona Wisata Sumenep Pantai, Sejarah, dan Tradisi" [GambasVideo 20detik] aau/inf
Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari tentang bagaimana caranya menaksir atau memperkirakan hasil perkalian dan pembagian pecahan-pecahan desimal. Penafsiran ini berfungsi untuk menentukan hasil operasi hitung secara cepat. Misalnya kita mau memperkirakan hasil kali dari 4,5 ×2,3. Perkalian ini dapat dihitung dengan cara 5 × 2 = 10 sebagai taksiran. Perkiraan dilakukan untuk melihat apakah letak koma desimal sudah pada tempatnya yang benar. Demikian juga halnya pada pembagian. Dari penjelasan di atas maka dapat kita tarik kesimpulan tentang cara menaksir hasil perkalian dan pembagian dari suatu bilangan pecahan desimal yaitu dengan metode pembulatan. Pembulatan dilakukan untuk mengubah pecahan desimal kompleks menjadi pecahan desimal sederhana atau bilangan bulat. Aturan pembulatan pecahan desimal adalah sebagai berikut. Jika angka dibelakang koma yang akan dibulatkan ≥ 5, maka pecahan desimal dibulatkan ke atas. Jika angka dibelakang koma yang akan dibulatkan 5, maka bilangan 24,67 dibulatkan ke atas ditambah 1 menjadi 25. Sekarang agar kalian lebih paham mengenai cara menaksir perkalian dan pembagian bilangan desimal, perhatikan beberapa contoh soal dan pembahasannya berikut ini. Contoh Soal 1 Perkirakanlah hasil perkalian pecahan desimal berikut ini. 39,6 × 4,3 Jawab 39,6 dibulatkan menjadi 40 4,3 dibulatkan menjadi 4 Maka hasil perkaliannya adalah sebagai berikut. 39,6 × 4,3 = 40 × 4 = 160 Contoh Soal 2 Taksirlah hasil perkalian berikut. 0,56 × 0,018 Jawab 0,56 dibulatkan menjadi 0,6 0,018 dibulatkan menjadi 0,02 Maka hasil perkaliannya adalah sebagai berikut. 0,56 × 0,018 = 0,6 × 0,02 = 0,012 Contoh Soal 3 Perkirakanlah hasil pembagian pecahan desimal berikut ini. 23,8 3,12 Jawab 23,8 dibulatkan menjadi 24 3,12 dibulatkan menjadi 3 Maka hasil pembagiannya adalah sebagai berikut. 23,8 3,12 = 24 8 = 3 Contoh Soal 4 Taksirlah hasil pembagian pecahan desimal berikut ini. 0,0623 0,389 Jawab 0,0623 dibulatkan menjadi 0,06 0,389 dobulatkan menjadi 0,4 Maka hasil pembagiannya adalah sebagai berikut. 0,0623 0,389 = 0,06 0,4 = 0,15 Contoh Soal 5 Perkirakanlah hasil perkalian pecahan desimal berikut ini. 8,5 × 2,6 Jawab 8,5 dibulatkan menjadi 9 2,6 dibulatkan menjadi 3 Maka hasil perhitungannya adalah sebagai berikut. 8,5 × 2,6 = 9 × 3 = 27 Contoh Soal 6 Perkirakanlah hasil perkalian pecahan desimal berikut ini. 205 × 3,16 Jawab 205 dibulatkan menjadi 200 3,16 dibulatkan menjadi 3 Maka hasil perhitungannya adalah sebagai berikut. 205 × 3,16 = 200 × 3 = 600 Contoh Soal 7 Perkirakanlah hasil pembagian pecahan desimal berikut ini. 11,56 0,4 Jawab 11,56 dibulatkan menjadi 12 0,4 tetap Maka hasil perhitungannya adalah sebagai berikut. 11,56 0,4 = 12 0,4 = 30 Contoh Soal 8 Sisi sebuah persegi 2,23 cm. Taksirlah luas dan kelilingnya. Jawab 2,23 dibulatkan menjadi 2 Maka luas persegi tersebut adalah Luas = 2 × 2 = 4 cm2 Sedangkan kelilingnya adalah sebagai berikut. Keliling = 2 + 2 + 2 + 2 = 8 cm Contoh Soal 9 Sebuah kolam ikan dengan ukuran 24,8 m × 15,4 m. Taksirlah luas kolam tersebut, kemudian lakukan perkalian sesungguhnya. Jawab Hasil taksiran 24,8 dibulatkan menjadi 25 15,4 dibulatkan menjadi 15 Maka taksiran hasil perkaliannya adalah sebagai berikut. 24,8 × 15,4 = 25 × 15 = 375 Hasil sesungguhnya 24,8 × 15,4 = 381,25 Contoh Soal 10 Taksirlah hasil operasi pada bilangan pecahan berikut. a. 3,23 × 2,61 b. 15,20 × 3,14 c. 83,76 12,33 d. 311,95 26,41 Jawab a. 3,23 × 2,61 = 3 × 3 = 9 b. 15,20 × 3,14 = 15 × 3 = 45 c. 83,76 12,33 = 84 12 = 7 d. 311,95 26,41 = 312 26 = 12
Dalam artikel sebelumnya telah dibahas mengenai dua operasi hitung pecahan desimal yaitu operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan dua operasi hitung pecahan desimal berikutnya yaitu operasi perkalian dan pembagian. Namun, operasi pembagian dibahas dalam artikel terpisah sehingga artikel ini hanya akan membahas operasi perkalian saja. Untuk itu, silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini. Selamat belajar dan semoga bisa paham. Perkalian Pecahan Desimal Pada operasi hitung perkalian bilangan desimal ada tiga tipe yang harus kalian ketahui yaitu perkalian pecahan desimal dengan angka 10, 100, 1000, dsb; perkalian antar pecahan desimal; dan perkalian antara pecahan desimal dengan pecahan biasa. Ketiganya memiliki metode tersendiri dalam pengoperasiannya. Hal yang sama juga berlaku untuk pembagian pecahan desimal. 1. Perkalian Pecahan Desimal dengan Angka 10, 100, 1000, … Untuk mengetahui bagaimana bilangan pecahan desimal apabila dikalikan 10, 100, 1000 dan seterusnya, caranya sangat mudah sekali, yaitu cukup dilakukan dengan menggeser koma desimal ke sebelah kanan dari letak semula sesuai dengan jumlah angka 0 dari pengali. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal berikut ini. Contoh Soal 1 Hitunglah 6,758 × 10 Jawab Karena pengali 10, maka jumlah angka 0 ada satu, sehingga kita cukup menggeser koma satu tempat ke sebelah kanan dari tempat semula yaitu sebagai berikut. 6,758 × 10 = 67,58 Contoh Soal 2 Hitunglah 24,526 × 100 Jawab Karena pengali 100, maka jumlah angka 0 ada dua, sehingga kita cukup menggeser koma dua tempat ke sebelah kanan dari letak semula yaitu sebagai berikut. 24,526 × 100 = 2452,6 Contoh Soal 3 Hitunglah 0,0078 × 1000 Jawab Pengalinya 1000 dengan jumlah nol tiga, sehingga tanda koma kita geser ke kanan tiga tempat dari posisi semula, sehingga hasilnya adalah sebagai berikut. 0,0078 × 1000 = 0007,8 Angka nol di sebelah kiri angka 7 bukan merupakan angka penting sehingga tidak perlu dituliskan, oleh karena itu hasilnya menjadi seperti berikut. 0,0078 × 1000 = 7,8 2. Perkalian Antar Pecahan Desimal Hasil perkalian antar bilangan pecahan desimal dapat ditentukan dengan dua cara, yaitu dengan mengubah bilangan desimal menjadi bentuk pecahan biasa dan dengan cara perkalian bersusun. Perhatikan contoh soal berikut. Contoh Soal 4 Hitunglah 0,3 × 0,5 Jawab Cara 1 dengan mengubah pecahan desimal menjadi pecahan biasa 0,3 × 0,5 = 3 × 5 = 15 = 0,15 10 10 100 Cara 2 dengan perkalian bersusun 0,5 satu angka di belakang koma 0,3 × satu angka di belakang koma 1 5 0 0 0 1 5 = 0,15 dua angka di belakang koma Contoh Soal 5 Hitunglah 1,52 × 7,6 Jawab Cara 1 dengan mengubah pecahan desimal menjadi pecahan biasa 1,52 × 7,6 = 152 × 76 = 11552 = 11,552 100 10 1000 Cara 2 dengan perkalian bersusun 1,52 2 angka di belakang koma 7,6 × 1 angka di belakang koma 9 1 2 1 0 6 4 1 1 5 5 2 = 11,552 2 + 1 = 3 angka di belakang koma Tips! Dari contoh soal 4 dan 5 maka kita dapat menyimpulkan bahwa hasil kali bilangan desimal dengan bilangan desimal diperoleh dengan cara mengalikan bilangan tersebut seperti mengalikan bilangan bulat. Banyak desimal hasil kali bilangan-bilangan desimal diperoleh dengan menjumlahkan banyak tempat desimal dari pengalipengalinya. Sekarang coba kalian perhatikan contoh soal berikut. Contoh Soal 5 Hitunglah 0,752 × 4,32 Jawab Kedua bilangan desimal kita ubah menjadi bilangan bulat dan tentukan hasil perkaliannya, yaitu sebagai berikut. 752 × 432 = 324864 Sekarang mari kita hitung jumlah angka desimal dibelakang koma. 0,752 = 3 angka desimal di belakang koma 4,32 = 2 angka desimal di belakang koma Jadi total angka desimal di belakang koma adalah 3 + 2 = 5 angka desimal. Dengan demikian, banyaknya bilangan desimal di belakang koma ada 5. Sehinga hasil perkalian bilangan desimal itu adalah sebagai berikut. 0,752 × 4,32 = 3,24864 lima angka di belakang koma Contoh Soal 6 Hitunglah 4,24 × 8,00 Jawab 8,00 itu sama artinya dengan 8 karena angka nol di sebelah kanan koma tanpa pengiring angka selain nol tidak perlu ditulis, jadi 424 × 8 = 3392 4,24 = 2 angka di belakang koma 8 = bilangan bulat tidak angka desimal Jadi, jumlah angka desimal di belakang koma ada 2 sehingga hasil perkalian bilangan desimal tersebut adalah 4,24 × 8 = 33,92 Contoh Soal 7 Hitunglah 0,007× 0,08 Jawab 7 × 8 = 56 0,007 = 3 angka di belakang koma 0,08 = 2 angka di belakang koma Jadi, total angka di belakang koma adalah 3 + 2 = 5 angka. Karena hasil perkalian hanya terdiri atas 2 angka 56, sedangkan hasil perkalian bilangan desimal harus memiliki 5 angka desimal, maka kita tambahkan angka 0 di depan angka 56 sedemikian rupa sehingga menghasilkan 5 angka desimal, yaitu sebagai berikut. 0,00056 = 5 angka di belakang koma Jadi, hasil perkalian bilangan desimal tersebut adalah sebagai berikut. 0,007× 0,08 = 0,00056 Hal ini bisa dibuktikan dengan mengunakan cara 1, yaitu megubah bilangan desimal menjadi pecahan biasa, sebagai berikut. 0,007× 0,08 = 7 × 8 = 56 = 0,00056 1000 100 Contoh Soal 8 Sebuah kolam renang berbentuk persegi panjang dengan ukuran, panjangnya 12,25 m dan lebar 8,25 m. Hitunglah luas kolam tersebut! Jawab Diketahui panjang = 12,25 m dan lebar = 8,25 m Luas persegi panjang = panjang × lebar Luas persegi panjang = 12,25 × 8,25 Ubah perkalian bilangan desimal menjadi bentuk perkalian bilangan bulat, dan tentukan hasilnya, yaitu 1225 × 825 = 1010625 Jumlah bilangan desimal dari 12,25 dan 8,25 adalah 4, jadi hasil perkalian desimalnya harus memuat 4 angka desimal dibelakang koma. Oleh karena itu hasilnya adalah sebagai berikut. 12,25 × 8,25 = 101,0625 Dengan demikian luas kolam tersebut adalah 101,0625 m2. 3. Perkalian Antara Pecahan Desimal dengan Pecahan Biasa Untuk mengalikan bilangan desimal dengan bentuk pecahan biasanya, cara adalah dengan mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal. Kemudian lakukan perhitungan seperti pada perkalian antarbilangan desimal di atas. Perhatikan contoh soal berikut. Contoh Soal 9 Hitunglah 0,025 × 2/5 Jawab Pecahan 2/5 kita ubah menjadi pecahan desimal yaitu menjadi 0,4. Lalu bentuk perkalian di atas menjadi seperti berikut. 0,025 × 0,4 Ubah menjadi bentuk perkalian bilangan bulat dan tentukan hasilnya 25 × 4 = 100 Tentukan jumlah angka desimal di belakang koma 0,025 = 3 angka desimal di belakang koma 0,4 = 1 angka desimal di belakang koma Total angka desimal 3 + 1 = 4 angka desimal sehingga hasil perkalian bilangan desimal dengan desimal di atas menjadi 0,025 × 0,4 = 0,0100 4 angka di belakang koma Karena dua angka 0 di belakang koma tanpa pengiring akan selain nol, maka bisa kita hilangkan. Dengan demikian hasil perkalian bilangan desimal dan pecahan biasa tersebut adalah sebagai berikut. 0,025 × 2/5 = 0,01. Catatan Penting! Perhatikan contoh bilangan desimal berikut ● 0,25600700 Angka nol bewarna biru dibelakang koma ada angka selain 0 yang mengiringi atau mengikuti, yaitu 7. Sedangkan angka nol bewarna merah di belakang koma tidak ada yang mengikutinya. Oleh karena itu, angka nol bewarna biru tidak boleh dihilangkan sedangkan angka nol bewarna merah bisa kita hilangkan sehingga menjadi seperti berikut. ● 0,256007
hitunglah hasil perkalian pecahan desimal berikut